Tiap orang pasti punya rahasia. Itu pasti. Terkadang ada yang malu rahasianya terbongkar dengan cara menutupinya setengah mati. Tapi ada juga yang urat malunya udah agak putus macem aku yang malah bangga cerita-cerita..haha..dengan maksud supaya orang tidak melakukan kesalahan yang sama. (ngeles mode ON)
Aku sangat suka anak-anak, terutama yang modelnya kayak Baim yang bintang pilem cilik itu. Yang putih, gembul, uda gitu pipinya tumpah kemana-mana. Rasanya pengen dicemol pipinya tiap saat+dikeloni tiap bobok (jadi gausa beli guling). Kebetulan waktu aku kecil dulu, sekitar kelas 2 SD, di deket rumahku ada anak model begitu. Namanya Johan, umurnya sekitar 3 atau 4 tahun tapi badannya uda guede buanget. Yah,kloningannya Baim gitu deh. Aku sama adekku yang masih TK suka maen ke rumahnya dan main sama tu bocah. Bapaknya Johan namanya Pak Kejon, pelukis dari Bali. Jadi saat bapaknya sibuk ngelukis dan ibunya pergi tah kemana, kami berdua main sama anaknya. Karna gemes, aku suka gendong-gendong si Baim,eh Johan maksudku. Tapi yang namanya anak kecil tu kadang belum bisa mikir panjang, jangankan pas kecil dulu, sekarang aja aku masi susah mikir panjang (hehe). Alhasil, Johan yang beratnya cuma beda tipis sama aku yang uda SD nekat kugendong. Niatnya mau kududukin ke kursi tapi malah jatuh di lantai. Sampai bunyi “makgedebuk” gitu karna lantai ternyata ngga tahan menahan berat tubuhnya yang aduhai. Awalnya dia diem aja. Sampai akhirnya keluar buletan pink memar gitu di jidatnya yang mulus itu. Setelah beberapa belas detik terdiam penuh kecanggungan+tatapan mata adikku yang seakan bilang “hayooo looo” itu membombardirku, si kecil itu pun tantrum atau istilah kerennya jerit-jerit. Akhirnya pak Kejon pun datang tergopoh-gopoh dan bertanya kepada kami berdua “kenapa Johan?diapain?”, akupun cepat menjawab “jatuh sendiri pak dari kursi”. Cerdas, tapi jahat..haha..saat itu adikku cuma bisa manyun. Dan kami berdua pun pulang ke rumah dengan kepala menunduk. Semenjak saat itu kami tidak pernah lagi maen ke rumahnya dan adikku sering memerasku dengan sejumlah permen atau maenan ga mutu laennya sebagai uang tutup mulut..huft.
Aku juga sangat suka anjing. Rumahku bahkan selalu penuh dengan bulu yang bertebaran dimana-mana. Tapi lucunya aku ngga pernah beli anjing, entah anjing ras atau cuma anjing kampung tu semuanya pemberian. Tapi ada salah satu anjing yang bukan pemberian, kami sekeluarga menganggapnya datang sendiri. Alkisah, suatu pagi saat pembantuku nyapu halaman, dia menemukan anjing jenis herder warna coklat tua tertambat di pintu gerbang lengkap dengan kalung tak bernama dan tali rantainya. Anjing itu jinak dan cakep sekali sampai pembantuku yang notabene jijik sama mahluk bulu itu aja sampai suka. Kami sekeluarga kasian kalau dia sampai diambil orang jahat (karna di perumahanku sering ada penangkapan anjing liar oleh oknum tak bertanggung jawab yang kemudian berakhir dijual ke sate jamu), sehingga anjing tersebut kami masukan ke teras rumah namun masih dengan tali terikat di gerbang dan gerbang dibiarkan sedikit terbuka. Sayangnya sampai sore menjelang malam, tidak ada seorangpun yang mengambil anjing itu. Aku jadi teringat sinetron di tipi dimana ada anak hasil hubungan gelap yang kemudian diletakkan di depan rumah orang lain supaya dipelihara (lhah,hubungannya sama anjing ini??haha), kali aja tuannya pengen anjingnya kami rawat (ngarep mode ON).
Anjing tersebut kami namakan Pluto dan kami rawat terus sampai akhir hayatnya dulu. Beberapa bulan setelah anjing tersebut meninggal, pembantu kami sempet denger gossip bahwa itu adalah anjing milik Keluarga Johan..haha..tambah merasa bersalahlah aku. Makanya setiap lihat sinetron yang ada Baimnya, aku merasa semi ketawa dan semi takut. Ketawa karna kebodohanku dan takut kalau si Baim itu ternyata memang Johan yang sudah berganti nama, kemudian menuntut ganti rugi atas kepalanya yang benjol atau karna kehilangan anjingnya. Untung di salah satu infotainment, aku pernah lihat bapak-ibu si Baim dan thanks GOD itu bukan Pak Kejon..haha..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar