19 September 2008
Hidup ternyata ga hanya berkisar antara rasa suka & tidak suka. Saat kita bertemu lawan jenis yang cukup menarik & kita bisa berhubungan dekat dengannya, ternyata banyak hal lain yang perlu diperhatikan. Pengendalian diri misalnya. Apalagi saat kita baru mengenal luarnya tanpa mengetahui isi hatinya yang paling dalam.
Aku belajar bahwa pengendalian diri itu penting karna Setan ternyata sangat gencar dalam menggoda apalagi saat sudah ada ketertarikan fisik. Kurungan hati yang sudah kita jaga baik-baik kadang bisa terbuka karna adanya dorongan napsu. Tindakan yang sebelumnya bisa terkontrol sekarang mungkin sudah tidak bisa lagi.
Aku belajar bahwa komitmen itu penting dalam hubungan lawan jenis yang sudah mengarah ke intens karna itu bisa menjelaskan arti dari sbuah prasaan. Bagaimana sebenarnya kita bertanggung jawab terhadap prasaan kita pada orang lain itu.
Aku belajar bahwa sedalam apapun kita suka/ cinta/ sayang terhadap seseorang, blum tentu kita brani berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan orang tersebut. Ada kalanya ”pengikatan hubungan” dalam bentuk hal yang bernama ”komitmen” membuat kita takut untuk melangkah lebih jauh dalam sbuah hubungan.
Aku belajar bahwa ketakutan terhadap komitmen itu bisa mengakibatkan adanya pengingkaran prasaan. Prasaan yang sebelumnya dr cinta bisa jd sayang, dr sayang pun bisa brubah ”hanya” menjadi suka. Hanya karna takut bila sudah mencapai tahap cinta, akan dihadapkan pada komitmen untuk saling menjaga hubungan dll. Padahal yang sbenarnya terjadi, komitmen itu akan terbentuk dengan sendirinya tanpa ada paksaan karna kita uda pada tahap lebih dari sayang ke pasangan kita itu. Shingga kita tanpa sadar/ dng ksadaran pun akan slalu menjaga perasaannya.
Dari kesemuanya itu aku belajar bahwa itulah perjalanan kehidupan. Jalan yang uda Tuhan rancang dalam kehidupan. Tinggal terserah kita, maw memilih jalan yang lurus ato yang berkelok-kelok. Jalan yang lebar ato yang sempit. Jangan khawatir tersesat karna aku slalu yakin bahwa Tuhan pasti akan slalu menemukan kita kembali dan membawanya pulang kepadaNYA. Aku mengucap syukur aku dkasi cobaan dan ujian yang teramat berat karna hanya dengan itu aku baru bisa sadar dan malu bahwa aku terlalu mengandalkan diri sendiri dan mengecewakan Tuhan yang senantiasa mengulurkan tangan pertolonganNYA tanpa knal lelah.
Selamat mnempuh perjalanan teman-teman! Makasi untuk sgala hal yang telah kau ”lakukan” bang..aku sedang belajar bersikap dewasa dalam menghadapinya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar